news today 

AS Akan Kucurkan Dana Rp 1,62 Triliun untuk Indo Pasifik, Usik China?

Berita terkini – Amerika Serikat akan mengucurkan dana berkisar US$ 113 juta (sekitar Rp 1,62 triliun) dalam bentuk bantuan pengembangan ekonomi atau investasi untuk sektor ekonomi digital, energi dan infrastruktur di Asia dan Indo Pasifik.

Agen Bandarq

Hal itu diutarakan oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo saat berbicara dalam “Indo Pacific Business Forum” yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang AS (US Chamber) di Washington DC, 30 Juli 2018 –sehari jelang kunjungan kerjanya ke Malaysia, Singapura, Indonesia dan pertemuan antar menteri luar negeri ASEAN sepanjang pekan ini.

Rencana itu juga muncul di tengah perang dagang antara AS-China dan bertumbuhnya pengaruh ekonomi-investasi serta politik Negeri Tirai Bambu di Asia dan Indo Pasifik.

Tanpa menyebut nama China, Pompeo mengatakan bahwa peran AS di kawasan itu akan ditentukan oleh “penentangannya terhadap negara mana pun yang berusaha mendirikan lingkup pengaruh yang bersaing.”

“Kami tidak pernah dan tidak akan pernah mencari dominasi di Indo Pasifik, dan kami akan menentang negara mana pun yang melakukannya,” menangkis fakta bahwa negaranya tengah terlibat dalam kalut perang dangan China. Demikian seperti dikutip dari The Guardian.

KLICK TULISAN MIRING DI SAMPING INI UNTUK MASUK KEDALAM SITUS JUDI POKER ONLINE TERPERCAYA CROWNQQ  :  AGEN BANDARQ

Strategi pemerintahan Presiden Donald Trump untuk membangun pengaruh dalam pengelompokan regional “Indo Pasifik” –yang mencakup pantai barat AS, negara-negara Asia Tenggara dan India– dipandang sebagai respon terhadap proyek Belt and Road Initiative China.

Kendati demikian, total fulus US$ 113 juta terbilang kecil jika dibandingkan dengan miliaran dolar dana yang telah digelontorkan Beijing –dalam bentuk proyek pembangunan infrastruktur, transportasi, dan investasi– ke negara-negara di kawasan tersebut. Demikian seperti dikutip dari BBC.

 

Belt and Road Initiative secara luas dilihat sebagai upaya China untuk meningkatkan pengaruh politik dan strategisnya secara global melalui insentif-insentif finansial dan bantuan pembangunan infrastruktur.

Mike Pompeo mereferensikan proyek itu dalam pidatonya di “Indo Pacific Business Forum”, dengan menyebut bahwa “Amerika Serikat tidak berinvestasi untuk pengaruh politik, melainkan praktik ekonomi kemitraan,” katanya.

“Dana ini hanya mewakili pembayaran uang muka pada era baru dalam komitmen ekonomi AS untuk perdamaian dan kemakmuran di kawasan Indo Pasifik.”

Meskipun jumlah yang terlibat, analis mengatakan itu adalah tanda bahwa AS bermaksud untuk meningkatkan keterlibatannya dengan ekonomi Asia –menunjukkan indikasi pergeseran sikap usai Presiden Trump menarik AS keluar dari Kemitraan Lintas Pasifik atau Trans-Pacific Partnership (TPP) awal Januari 2017 lalu.

Keluarnya Amerika Serikat dari TPP menjadi langkah awal dari pemerintahan Presiden Trump yang menerapkan kebijakan ekonomi proteksionis.

Salah satu lanjutan dari kebijakan ekonomi proteksionis itu adalah keputusan AS untuk memberlakukan tarif US$ 34 miliar terhadap barang dan komoditas China yang masuk ke Negeri Paman Sam atas tuduhan bahwa Beijing telah melakukan pencurian hak cipta intelektual –mengawali apa yang kini populer disebut sebagai Perang Dagang AS-China.

Tak tinggal diam, China membalas dengan memberlakukan tarif senilai US$ 3 miliar terhadap barang dan komoditas impor dari Amerika Serikat.

 

Related posts

Leave a Comment