news 

Perempuan yang Mau Terobos Mapolda DIY adalah Guru Ngaji

Berita terkini – AS, perempuan berusia 41 tahun yang mengalami gangguan kejiwaan dan sempat mau menerobos masuk Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, ternyata dikenal sebagai orang baik oleh tetangganya.

Agen Bandarq

Slamet Giyanto, warga Dukuh Grajegan, Margokaton, Seyegan, Sleman, yang merupakan tetangga AS, menuturkan kepribadian perempuan itu baik di mata masyarakat.

Baca Juga : Fajar / Rian Singkirkan Juara Dunia, Perang Saudara di Semifinal

“Orang baik kok Sama di lingkungan juga begitu,” kata Slamet saat bertemu di rumahnya, Jumat, (6/7/2018).

Karena itulah, kata Slamet, warga tak pernah mengucilkan AS meski menderita sakit kejiwaan.

Ia mengatakan, AS merupakan anak pertama dari 4 bersaudara yang baru sekitar tahun terakhir berada di Yogyakarta, yakni sejak 2013.

KLICK TULISAN MIRING DI SAMPING INI UNTUK MASUK KEDALAM SITUS JUDI POKER ONLINE TERPERCAYA CROWNQQ  :  AGEN BANDARQ

Bahkan, kata Slamet, AS dikenal warga sebagai guru mengaji Alquran di TPA setempat. AS mengajar anak-anak mengaji setiap Sabtu dan Minggu, ketika yang bersangkutan libur kerja.

“Dalam kondisi sehat, AS ngajar di TPA Al-Hikmah dusun sini, ” kata Slamet.

Suminah, tetangga AS, juga merasakan hal yang sama. Menurutnya, dalam keseharian, AS dikenal ramah dan mudah bergaul serta orangnya dinilai pintar.

“Bagus orangnya, AS mengajar ngaji di sini, ” kata Suminah.

Suminah mengatakan, gaji bulanan AS bahkan digunakan untuk membelikan buku dan baju anak-anak TPA Al-hikmah. Setiap bulan selalu demikian.

“Gaji bulanan Bu AS sering dikasihkan kepada anak-anak TPA. Dibelikan baju koko tiap bulan. Bocah-bocah dibelikan buku dan baju, ” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, AS yang mengendarai mobil mencoba menerobos gerbang masuk Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (4/7/2018).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY Ajun Komisaris Besar Yulianto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu siang sekitar pukul 12.30 WIB.

“Saat di gerbang dan ditanya petugas, pelaku tidak menjawab. Dia justru memundurkan mobilnya dan kabur,” kata Yulianto.

Karena curiga, aparat lantas mengejar mobil pelaku dan berhasil diamankan di daerah SMP Sayegan.

Setelah diperiksa, perempuan yang belakangan diketahui berinisial AS itu diduga mengalami gangguan kejiwaan.

“Itu kami ketahui karena di dalam mobilnya terdapat surat berobat pasien Rumah Sakit Jiwa Grasia Yogyakarta. Tapi kami masih periksa kebenarannya. Pelaku kekinian kami temani ke rumah sakit,” terangnya.

Related posts

Leave a Comment